Model subsidi yang paling tepat

Posted: Juni 26, 2010 in Politik

Subsidi BBM dikurangi. Pengendara motor sebagai konsumen BBM terbesar mulai was-was. Jika BBM naik, para pengendara motor akan semakin marah, karena yang berhak mendapatkan subsidi itu adalahmereka , dan bukan pengendara mobil mewah. Begitu pula dengan gas. Jika anda orang melarat, maka sudah sepantasnya anda menggunakan LPG 3 kg. Karena memang gas 3kg tersebut bukan untuk orang kaya yang seharusnya menggunakan gas 12kg.

Dari sekian banyak ruetnya mangatur subsidi BBM ini, saya mau bilang tentang sebuah  ide usang. Subsidi harus berorientasi pada rakyat yang kurang mampu. Bagaimana bisa subsidi tersebut tepat pada sasarannya. Tentu saja akan sangat sulit. Karena kita masih menggunakan infrastruktur yang itu-itu juga. Kita juga masih menggunakan kebijakan dan birokrat yang sama.

Kita harus melirik kepada Malaysia atau Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan subsidi mereka. Mereka menggunakan apa yang disebut dengan jaminan sosial. Sehingga masing-masing warga negara memiliki semacam rekening sendiri. Yang dengan rekening tersebut negara dapat secara langsung menyalurkan program kebijakan subsidi atau bantuannya kepada yang berhak. Umumnya, jaminan sosial ini dimiliki oleh setiap kepala keluarga. Bahkan di Malaysia, setiap pemuda/mahasiswa-nya mendapatkan jamian sosial-nya sendiri. Sehingga mereka dapat berkuliah di kampus yang dia inginkan. Tanpa pusing dengan biaya yang sangat besar.

Sebenarnya prinsip-prinsip Jaminan Sosial ini mirip dengan Program Jaring Pengaman Sosial atau seperti BLT. Namun kedua program besar ini, tidak dapat menunjukkan hasil yang baik karena beberapa faktor.

  1. Pemimpin yang tidak berani.
  2. Birokrat yang kotor (makan gaji buta)
  3. Infrastruktur yang tidak baik. Tidak ada 1 kotapun di Indonesia yang memiliki infrastruktur yang baik, dalam arti seluas-luasnya. Bahkan jika hanya dibandingkan dengan KualaLumpur.
  4. Undang-undang yang timpang. Sebagai negara yang pernah dipimpin diktaktor, memang sudha wajar kalau kita masih belum memiliki undang-undang yang kokoh.

Jadi agar program subsidi tersebut dapat tepat sasaran, maka dutuhkan pemimpin yang tegas untuk mempersuasikan pada rakyatnya, tentang bagaimana model subsidi yang baik. Kemudian dengan jaminan sosial semacam itu, maka setiap warga negara merasa dilibatkan dalam proses bernegara. Sehingga setelah rakyat mendapat bekal yang cukupm, maka bekal tersebut akan cukup untuk menutupi belanja BBM premium Rp.6000 rupiah/liter sekalipun. Dan saya yakin rakyat akna memahami.

Tapi jika seperti sekarang. BBM dinaikkan, berarti negara semakin menyengsarakan rakyatnya yang kurang mampu, dan semakin mensejahterakan yang mampu. Bahkan bagi seorang buruh tani yang harus membeli Premium hanya untuk menjalankan traktor tangannya.

Siapa yang punya ide lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s